Bandung, WRC – Ditengah pandemi Covid – 19 yang memasuki bulan ke tiga dari wabah yang pesat tersebar di Indonesia sejak Maret lalu. Kondisi tersebut nyaris melumpuhkan semua kegiatan publik. Termasuk ke dalamnya adalah dampak terhadap perekonomian rakyat. Faktanya, dampak terhadap dunia pendidikan juga menjadi guncangan yang cukup menjadi sorotan publik.
kemerosotan ekonomi rakyat yang terjadi menjadi dasar Mahasiswa diberbagai Universitas Negeri hingga Swasta menutut Pemerintah serta Kampus untuk mengeluarkan kebijakan Penurunan biaya Kuliah hingga subsidi kuota semasa pandemi ini.
Seperti halnya terjadi pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Membangun ( STIE INABA) yang menggelar aksi kontinyu di depan kampus menuntut 50% subsidi biaya kuliah selama masa pandemi yang dirasa membebani mahasiswa. Sabtu (27/06/2020)
“Kami menuntut pemotongan biaya kuliah sebesar 50% dari pihak kampus dan subsidi kuota,” ujar Bemo selaku perwakilan Aliansi Mahasiswa INABA.
Namun, hingga aksi ketiga mahasiswa INABA, kampus menolak tuntutan pemotongan biaya kuliah sebesar 50% dan hanya terealisasi sebesar 5% saja, itu pun untuk semester ganjil nanti.
“Kita ini terdampak dari sekarang, sengsaranya sekarang (semester genap), bukan nanti,” jelasnya.
Sampai saat ini, pada aksi ketiga pihak kampus kurang memberikan tanggapan responsif terhadap aspirasi mahasiswa tersebut.
Sedangkan, pada audensi sebelumnya (aksi kedua), pihak kampus tidak menyetujui pemotongan biaya kuliah sebesar 50% dengan alasan kampus akan collapse.
Bemo menjelaskan, “kampus sebenarnya tidak akan collapse jika ada pemotongan biaya kuliah selama satu atau dua semester, karna memiliki tabungan,”.
Aksi yang digelar kurang lebih 50 Mahasiswa tersebut, Sampai berita ini dinaikan, tidak ada tanggapan apapun dari pihak birokrasi kampus saat dihubungi TIM kami. (Noi/Red)
WRC Watch Relation of Corruption









































































