POLMAN, WRC – Warga Desa Kebunsari Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) merasa dirugikan karena adanya pungutan dengan cara pemotongan gabah yang dilakukan Kepala Desa pada Program di Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) sepanjang periodenya.

Hal tersebut terungkap dengan adanya penolakan LKMD oleh warga Desa Kebunsari karena sampai sekarang masih dilakukan pemungutan oleh Kepala Desa (Kades) kepada warganya berupa pemotongan gabah yang dikelolah melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tidak sesuai.

Setelah dikonfirmasi salah satu warga Desa Kebunsari yang tak ingin disebut identitasnya oleh tim investigasi Watch Relation Of Corruption (WRC) wilayah II sulbar diketuai Lukman h, SH menyampaikan bahwa dirinya merasa heran terhadap LKMD sampai sekarang masih melakukan pemungutan dengan cara pemotongan gabah (hasil sawah) terhadap warga. Minggu (28/06/2020).

“Dalam 1 hektar sawah, Desa mengambil 6 kaleng dan kalau di uangkan berkisar 500 ribu per hektar sedangkan luasan sawah warga yang ada di Desa Kebunsari yang terdiri dari 4 Dusun kurang lebih 250 hektar sawah, ini sudah namanya pemerasan” ungkap salah satu warga dengan kesal.

“Jika ini tidak diatasi akan bahaya bagi masyarakat”. Tambahnya

Setelah dikonfirmasi Kepala Desa (Kades) Kebunsari terkait hal tersebut mengakui bahwa benar adanya pungutan seperti pemotongan gabah itu, namun ia membantah besaran yang dipotong.

“Benar ada pemotongan gabah namun bukan 6 kaleng melainkan 3 kaleng”. Ujarnya.

Terkait hal tersebut, Ketua tim investigasi Watch Relation Of Corruption (WRC) wilayah II sulselbar, Lukman h, SH saat diwawancarai mengatakan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas permasalahan ini. Pasalnya, apa yang dilakukan Kades itu diduga merugikan masyarakat warganya sendiri dan itu bagian dari pada pungli.

Lanjut Lukman memgatakan akan membawa permasalahan tersebut kerana hukum.

“Waktu dekat ini saya akan membawa kasus ini kepolda”, Ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *