Bintan, WRC – Menjelang akhir Tahun 2019 hingga bulan Desember, Penegak Hukum baik pihak Kepolisian Polres Bintan dan juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan di Wilayah Kabupaten Bintan sudah menelisik beberapa kasus korupsi yang diduga terjadi di Wilayah Kabupaten Bintan. Namun, dari dua Instansi ini, baru dua kasus dugaan korupsi yang naik ke tahap penyelidikan, yakni penyelidikan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Desa Air Glubi terkait dana BUMDES yang diperuntukkan bagi Rt-Rt yang ada di desa tersebut atas persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Tapi, kasus ini sudah dihentikan oleh penyidik Kejari Bintan atas dasar keterangan Ahli dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah tertinggal yang menyatakan bahwa dugaan kasus korupsi tersebut tidak merupakan penyalahgunaan wewenang.

Penyidikan kedua yakni, pembangunan fisik jalan semenisasi jalan Pemukiman di Wilayah Tekojo, Bintan Timur yang saat ini penanaganannya masih sedang berjalan. “Untuk tahun ini hingga bulan Desember kita sudah lakukan dua penyelidikan penyelidikan pertama dugaan kasus korupsi DD di Desa Air Glubi tapi sudah dihentikan, yang kedua penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan fisik semenisasi, dan masih berproses. Rencananya pertengahan bulan ini tim LPJK Kepri akan turun ke lapangan guna melakukan pemeriksaan fisik atau on the spot ke lapangan,” ujar Kepala Kejari Bintan, Sigit Prabowo, Jumat (6/12/2019).

Sementara, untuk Polres Bintan sendiri hingga memasuki akhir tahun 2019 ini, belum ada dugaan kasus korupsi yang ditangani yang naik ke tahap penyelidikan maupun ke Penyidikan untuk kurun waktu tahun anggaran 2019 ini. Meski demikian, satu dari beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Bintan, berhasil menyelamatkan dan mengembalikan uang kerugian Negara atas dugaan kasus korupsi DD di Desa Kukup Tambelan dari pihak terperiksa sebesar Rp 71 juta dari Rp 280 juta yang merupakan kerugian Negara yang timbul dalam kasus dugaan korupsi tersebut, sebelum kasus itu sempat naik ke penyelidikan.

“Hingga bulan Desember ini untuk kasus dugaan korupsi yang naik ke penyelidikan masih nihil, namun demikian ada keberhasil yang dicapai yakni menyelamatkan kerugian Negara atas penanganan kasus dugaan korupsi DD di Desa Kukup, Tambelan. Kebetulan saya masih baru menjabat disini, dan masih inventarisir penanganan-penanganan kasus yang ada. Untuk kasus Tipikor yang kita Pulbaket tentu ada, jika sudah naik ke penyelidikan kita akan sampaikan ke Publik,” ujar Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanuddin yang baru sebulan menjabat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *