Malaka, WRC Warga Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, meminta Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu serta Polisi dari Polres Belu untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan korupsi Dana Desa (DD) di desa mereka. Pasalnya, penggunaan DD di masa kepemimpinan mantan Kepala Desa (Kades) Yakobus Ulu Os, diduga banyak yang tidak tuntas dan tepat sasaran, diantaranya pembangunan jalan, serta pembangunan bak air bersih. “Jaksa atau Polisi tolong segera periksa terkait dugaan korupsi DD ini. Karena banyak uang desa yang disalahgunakan,” pinta yang berinisial SM, salah satu Warga Kereana, di Betun, jumat (6/12/2019).

Seperti inormasi yang dikutip Timorpost.com, sangat disayangkan, pembangunan jalan desa di Dusun Beinai Desa kereana, sumber TA 2018 hingga kini belum tuntas alias dikerjakan asal jadi. “Proyek bersumber TA 2018 itu dengan volume proyek bangunan Rabat Beton, yang seharusnya 200 meter, sedangkan yang dikerjakan hanya 15 meter, serta tidak sesuai RAB,” jelas SM.

SM menambahkan, terkait masalah tersebut, sebelumnya masyarakat Kereana sudah mengadu ke DPRD Malaka, mengenai pembangunan jalan desa tahun 2018 yang tidak tuntas. Serta pembangunan Rabat Beton yang tidak sesuai RAB. “Yang jelas Kades bersama BPD kuat diduga telah membuat laporan fiktif, guna melakukan pencairan DD tahun 2019, untuk melanjutkan proyek di tahun 2018 dengan menggunakan anggaran 2019,” beber SM.

Hal serupa diungkapkan Rosario Marsal, kuat dugaan, Kades bersama aparatnya telah menggelapkan DD tahun 2018. “Proyek baru dilanjutkan dengan anggaran tahun 2019 sekarang. Anehnya, proyek hanya bervolume 200 meter tetapi kok bisa ya? dikerjakan selama dua tahun,” kata Marsal.

Ia menegaskan, bagi mereka menganggap bahwa ini berita bohong, silahkan datang, melihat langsung bukti fisik yang ada di Dusun Beinai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *