Indramayu, BN – Hari Anti korupsi di Kabupaten Indramayu, diperingati dengan unjuk rasa ratusan Warga Indramayu yang menamakan dirinya, Pergerakkan Masyarakat Anti Korupsi (PERRMAK), Senin (9/12/19) kemarin.

Mereka menyuarakan keresahan Warga Kabupaten Indramayu yang notabene Kabupaten terkaya dari sumber daya alamnya, namun implementasinya tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan Masyarakat Indramayu selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Koordinator Aksi yakni Hata, mengatakan, OTT Bupati non aktif, Supendi dan beberapa pejabat PUPR Kabupaten Indramayu, hanya sebagian kecil dari gembong koruptor di Kabupaten Indramayu. “Bukti bahwa Kabupaten Indramayu,itu sarang koruptor, dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu menempatkan jadi urutan bawah dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, padahal Indramayu adalah Kabupaten yang sangat kaya dibandingkan dengan Kabupaten lainnya yang berada di Jawa Barat ini,” ujar Hata.

Ia meminta agar KPK dengan sungguh-sungguh membongkar Master Mind atau dalang intelektualnya kasus korupsi di Kabupaten Indramayu, menurut Hata, tertangkapnya Supendi Bupati non aktif, hanyalah korban atau partikel kecil dari gurita korupsi di Kabupaten Indramayu.

Dalam penelusuran yang dilakukan pihaknya, praktik korupsi di Kabupaten Indramayu sudah berlangsung puluhan tahun, tindakan korupsi itu sangat beraneka ragam, diantaranya jual beli jabatan, ijon proyek, dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga mengakibatkan kerugian pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Korupsi Dana Desa (DD) dan lain sebagainya. Praktik-praktik ini sesungguhnya merupakan Tol Model dari perilaku Korupsi secara umum, dan bertahan secara umum.

Hata berharap di Momen Hari Korupsi sedunia ini, KPK bisa menampung aspirasi Masyarakat Indramayu, dan dapat membongkar Aktor intelektual korupsi di Kabupaten Indramayu yang sudah menggurita, KPK harus menelisik lebih jauh tentang potensi keterlibatan praktik korupsi yang dilakukan Master Mind korupsi yang sesungguhnya, orasi dilakukan di empat titik yakni, Tugu Perjuangan Kabupaten Indramayu, depan Polres Indramayu, depan gedung Kejaksaan Negeri Indramayu, depan kantor DPRD Kabupaten Indramayu dengan aman dan tertib.

Selanjutnya PERMAK menyatakan sikapnya mendukung KPK agar dapat mengusut lima pokok tuntuntan Warga Indramayu, yaitu :

  1. Mendukung langkah KPK membongkar gurita korupsi di Kabupaten Indramayu;
  2. Tuntaskan kasus Gratifikasi Pajero;
  3. Tuntaskan kasus korupsi proyek sampai pada aliran dana, penerima dana, Master Mind dari kasus korupsi proyek di Kabupaten Indramayu;
  4. Mendorong KPK untuk menyelidiki adanya dugaan praktik suap dan jual beli jabatan di Kabupaten Indramayu; dan
  5. Usut tuntas korupsi di tiga BUMD yakni PDAM, BPR Karya remaja, serta fie ps Bwi.

Itu dilakukan agar KPK benar-benar menindaklanjuti. (WRC Kodarisman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *