Arab Saudi, WRC – Pihak berwenang Arab Saudi kembali menjatuhkan hukuman penjara kepada lebih dari selusin pejabat Pemerintah dan Karyawan serta Manager perusahaan sebagai bagian dari tindakan keras kerajaan terhadap “korupsi.” Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghukum 18 orang dengan total 55 tahun penjara “Atas Dugaan Korupsi,” Selasa (19/11/2019).

Seperti yang dikutip Arrahmahnews.com, mereka juga diperintahkan untuk membayar denda yang cukup besar senilai lebih dari 1,066 juta dolar AS. Perkembangan itu terjadi kurang dari seminggu setelah lima pejabat Arab Saudi yang dituduh korupsi keuangan dan administrasi, secara kolektif dijatuhi hukuman 32 tahun oleh JPU kerajaan dan didenda total 9 juta riyal Saudi (sekitar 2,4 juta dolar AS).

Salah satu terdakwa digambarkan sebagai pejabat yang dituduh menerima suap, melakukan pemalsuan, dan mengeksploitasi posisinya untuk mendapatkan bantuan pribadi. Ia dijatuhi hukuman penjara 12 tahun dan didenda lebih dari satu juta riyal Saudi (lebih dari 266.000 dolar AS).

Putra Mahkota kerajaan Mohammed bin Salman, yang saat ini merupakan pemerintah de facto kerajaan disebut melakukan tindakan keras ini sebagai usaha untuk mendiversifikasi ekonomi dan membuatnya kurang bergantung pada minyak.

Pangeran yang ambisius itu menggunakan gerakan anti-korupsi pada 2017 – 2018 untuk menahan ratusan bangsawan terkenal dan mantan pejabat Negara yang kritis terhadap kebijakannya.

Sejak itu, Riyadh telah meningkatkan penangkapan bermotif politik, penuntutan dan penghukuman terhadap penulis pembangkang damai dan aktivis hak asasi manusia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *