Mojokerto, WRC – Mantan Direktur PDAM Kota Mojokerto Trisno Nur Palupi, divonis hukuman penjara selama 6 tahun dalam sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya, Jumat (8/11/2019). Ia dinilai bersalah lantaran menyalahgunakan dana pernyertaan modal pemerintah daerah selama tiga tahun.

Majelis Hakim yang dipimpin I Wayan Sosiawan, SH tersebut menegaskan, hukuman penjara selama enam tahun ini layak dijatuhkan setelah Trisno terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. ’’Menjatuhkan pidana pokok dengan hukuman penjara selama 6 tahun dikurangi masa hukuman,’’ kata I Wayan.

Selain hukuman badan, Majelis Hakim juga menghukum Direktur PDAM Maja Tirta periode 2013 – 2017 tersebut dengan membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara. Nasib yang jauh lebih memprihatinkan justru yang dialami Direktur Utama PT. Chrismalis Artha Maju Sitorus. Rekanan PDAM Kota Mojokerto ini juga divonis hukuman penjara 6 tahun, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 913.405.000 subsider 3 tahun penjara.

Dalam putusannya, Hakim membeberkan sejumlah data, diantaranya, modus operandi yang dilakukan Trisno Nur Palupi selama menjabat, ia telah menyalahgunakan kewenangan ketika melakukan pembelian bahan kimia jenis tawas. Bahan penjernih air ini dibeli dari perusahaan abal – abal milik Maju Sitorus, dan harganya tidak sesuai dengan harga pasar atau di mark-up.

Selain kesalahan ini, Hakim mengatakan, sebagai direktur juga menyalahgunakan kewenangannya karena telah menggunakan dana kas, mulai tahun 2013 hingga 2017 tanpa persetujuan Wali Kota Mojokerto dan Dewan Pengawas.

Mekanisme penggunaan dana kas PDAM, diantaranya harus melalui usulan permohonan, proposal, renstra bisa dan RKTA/RKAP. Penggunaan dana kas PDAM juga tak mendapatkan persetujuan Dewan Pengawas dan Wali Kota Mojokerto. Vonis yang dijatuhkan Hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Disidang sebelumnya, JPU I Gede Indra Hari Prabowo menuntut Trisno Palupi dengan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda Rp 200 juta. Sedangkan, Maju Sitorus dengan hukuman yang sama dan membayar uang pengganti Rp 913 juta. Selain hukum badan, JPU juga menjatuhkan pidana uang pengganti sebesar Rp 913.405.000 terhadap Maju Sitorus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.