JAKARTA,  WRC – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi  Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus suap distribusi gula di PT Perkebunan Nusantara III (PTPNIII) Tahun 2019.

Dalam kasus tersebut, KPK mengamankan lima orang dalam serangkaian operasi senyap tersebut, yakni pengelola Money Changer Freddy Tandou (FT), orang kepercayaan pemilik PT Fajar Mulia Transindo Ramlin (RM), pegawai Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Corry Luca (CLU), Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana (IKL), dan Direktur Utama PT KPBN Edward S Ginting (EG).

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni pemilik PT Fajar Mulia Trasindo, Pieko Nyotosetiadi (PNO), Dirut PTPN III Dolly Pulungan (DPU), dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana (IKL).

KPK mengatakan ada transaksi mencurigakan setelah mendapat informasi tentang adanya permintaan uang dari Dirut PTPN III Dolly Pulungan kepada pimpinan PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi. Dolly meminta uang Sin$345 ribu, pada Senin (2/9). Seperti diketahui, PT Fajar Mulia Transindo merupakan distributor yang dimenangkan PTPN III untuk distribusi gula di tahun 2019.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Pieko memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengambil uang dari kantor money changer milik Freddy Tandou.

“PNO kemudian memerintahkan orang kepercayaannya RM untuk mengambil uang dari kantor money changer milik Freddy Tandou,” Kata Laode dalam jumpa pers di gedung KPK, Selasa (3/9/2019) malam.

Usai mengambil uang, RM kemudian menyerahkan uang Sin$345ribu kepada Dolly. Hanya saja, uang tersebut dititipkan melalui Corry Luca (CLU) yang merupakan anak buah Dolly.

Setelah penyerahan uang tersebut, KPK menciduk Corry Luca (CLU) di kediamannya dan selang setengah jam kemudian, KPK juga mengamankan RM di rumahnya.

KPK kemudian mengamankan Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Leksana (IKL) dan Direktur Utama PT KPBN, Erdward S Ginting yang diduga menerima uang untuk disampaikan kepada Dirut PTPN III, Pieko Nyotosetiadi.

KPK juga mengamankan Freddy Tandou yang mengelola Money Changer di kantornya, Selasa (3/9/2019) lalu. (Vn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *