Jakarta, (WRC) – PT Lippo Karawaci Tbk (Lippo Karawaci) akan terus melanjutkanproyek pembangunan Meikarta meski sedang terkendala oleh masalah hukum terkait suap perizinan.

CEO [Lippo Karawaci](proyek “”), John Riady menuturkan, proyek akan terus berjalan sesuai dengan arahan pemerintah.

“Terus jalan saja, kita mengikuti arahan pemerintah ya, katanya suruh terus jalan. Yang penting bangun, karena itu janji kita ke konsumen, pasti kita terus bangun,” kata dia, saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (20/06/19).

Dia mengungkapkan, perkembangan pembangunan Meikarta terus berlanjut. Bahkan pada Agustus 2019 akan dilakukan topping off 4 tower pertama di lahan yang izinnya tidak memiliki masalah apapun.

“Update Meikarta, jadi yang seperti saya sebutkan tadi, penyelesaian Meikarta ini merupakan kompartemen kami, dan seluruh rencana pembangunan. Meikarta dan unit yang sudah terjual itu akan dibangun,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, proyek pembangunan Meikarta terdiri dari 56 tower dengan 22.500 unit di dalamnya, Sejauh ini, unit yang terjual sudah mencapai 65 persen.

“Ada 56 tower, ini totalnya ada 22.500 unit yang sudah terjual 65 persen, itu cukup baik, sisanya 35 persen itu akan terjual selama 18-24 bulan ke depan itu kira-kira rencana kami,” tutur dia.

Dia mengatakan, saat ini kawasan Meikarta juga sudah ramai. Bahkan sudah ada beberapa rumah makan dan tempat nongkrong yang sudah berdiri di sana.

“Di sana sudah banyak cafe dan restoran. Ada rumah makan padang favorit saya juga,” ujar dia. 

Sebelumnya, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Kamis, 18 April 2019.

Dalam rapat tersebut para pemegang saham telah menyetujui pelaksanaan rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) perusahaan.

Dana dari rights issue akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan dan pendanaan proyek Meikarta.

Para pemegang saham atau kuasanya yang memiliki kurang lebih 486.483.297 saham yang mewakili 69,897 persen dari saham LPCK dengan hak suara yang sah telah menghadiri RUPST. 

Presiden Direktur  PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Simon Subiyanto menyatakan, secara umum, pencapaian kinerja Perusahaan pada 2018 meningkat secara signifikan dibandingkan dengan 2017. 

Sebagian besar peningkatan tersebut, kata dia, disebabkan oleh penjualan tanah komersial dan ruko yang naik secara signifikan. 

“Sepanjang 2018, perusahaan mencatat pendapatan operasional sebesar Rp 2,21 triliun, naik 47 persen dibandingkan dengan 2017,” kata dia, di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

Dengan mempertimbangkan rencana rights issue dan keberlanjutan pembangunan proyek Meikarta, para pemegang saham telah menyetujui tidak ada pembagian dividen dari laba bersih yang telah dikurangi pajak untuk tahun buku 2018. 

Para pemegang saham menyetujui usulan rights issue senilai USD 200 juta , yang merupakan bagian dari program pendanaan LPCK yang telah diummnkan pada 12 Maret 2019. 

Setelah persetujuan pemegang saham dalam RUPST, Right Issue ini akan dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Right Issue ini diharapkan selesai pada kuartal III 2019. 

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

AllEscort