Jakarta, (WRC) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait distribusi pupuk via kapal. OTT kali ini menambah daftar panjang direksi dan pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terjerat korupsi.

Beberapa waktu lalu, Wisnu Kuncoro yang menjabat sebagai Direktur teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk juga terkena OTT KPK. 

Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kraktau Steel. KPK menduga Kuncoro menggunakan perantara bernama Alexander Muskitta untuk menerima suap.

Kini, giliran direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) yang terkena OTT KPK. Tak sendiri, unsur direksi ditangkap bersama pihak swasta dan sopir.

“KPK melakukan kegiatan tangkap tangan dari sore sampai malam tadi. Ada 7 orang yang diamankan sejauh ini, dari unsur Direksi BUMN (Pupuk Indonesia), pihak swasta dan driver,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, pada hari Rabu (27/03/19).

KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Namun, belum diketahui pasti berapa jumlah uang tersebut. 

Dikonfirmasi terpisah, Head Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari KPK. Pihaknya juga belum mengetahui pasti siapa yang terkena OTT KPK.

“Untuk saat ini kami masih melengkapi data dan fakta yang lengkap, serta menunggu keterangan resmi dari KPK,” ujar Wijaya kepada detikFinance.

(ara/eds)

 

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

AllEscort