Cilacap, WRC – Kepala Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Ita Rosita ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, Senin (20/1/2020). Dirinya ditahan setelah dua bulan ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019 lalu. Kepala Kejari Cilacap Agus Sirait mengatakan, tersangka diduga melakukan penyimpangan pengelolaan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017.

Ia ditahan setelah 6 jam diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Kejari, mulai pukul 11.00 hingga pukul 17.00. Ditahan setelah Kejari mendapatkan dua alat bukti kuat. Selain itu, untuk memperlancar proses hukum yang sedang berjalan. Karena dikhawatirkan, Ita yang masih menjabat sebagai Kades akan menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya.

Agus menjelaskan, APBDes Jeruklegi Kulon pada 2017 lalu sebesar Rp 2,67 miliar. APBDes berasal dari sejumlah sumber. Diantaranya Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD), dana bantuan Pemkab, Pemprov, dana bagi hasil pajak, dan bagi hasil retribusi. Anggaran ada yang untuk kegiatan fisik, non fisik, dan pelayanan.

Dari anggaran tersebut, yang untuk kegiatan fisik sebesar Rp 1,7 miliar untuk 14 kegiatan. Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2016 disebutkan, Kades sebagai penanggungjawab keuangan desa. Sebelum pelaksanaan kegiatan, Kades harus membuat Surat Keputusan (SK) tentang Tim Pengelola Keuangan Desa (TPKD). Selain itu, juga harus membuat SK tentang Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Dalam pelaporannya, Ita sebagai Pimpinan pengguna anggaran dan penanggungjawab keuangan desa, membuat laporan pertanggungjawaban diantaranya kegiatan fisik dan selesai 100%. Namun, berdasarkan laporan masyarakat dan setelah Kejari Cilacap turun ke lapangan bersama PUPR untuk mengecek pekerjaan, ditemukan delapan dari 14 pekerjaan atau proyek yang dilaporkan pada Surat Pertanggungjawaban (SPJ) selesai 100%, pada kenyataannya belum 100%.

“Ada yang baru selesai 20%, 60% atau kurang volume pekerjaan. Setelah ditotalkan, berdasarkan audit dari Inspektorat ada kerugian Negara sekitar Rp 680 juta,” kata Agus didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Cilacap Soekesto Ariesto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *