Jakarta, WRC – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dalam kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, Jawa Barat. Mereka adalah, Staf Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Provinisi Jawa Barat Deni Sumirat, mantan Kadis DPMD Indramayu Dudung Indra Ariska, PPK atau Kasubag Perencanaan Dinas Kesehatan Indramayu Harun Hermawan dan Staf Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk KC. Indramayu Feny. “Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Indramayu Supendi (SP),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

KPK telah menetapkan SP sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Selain SP, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Indramayu, Omarsyah (OMS); Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta pihak swasta Carsa AS (CAS).

Ia diduga sering meminta sejumlah uang kepada CAS selaku rekanan penggarap proyek, ia ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada CAS sejak Mei 2019 sejumlah Rp 100 juta. Tak hanya SP, OMS dan WT, yang beberapa kali menerima uang dari CAS, pemberian uang tersebut ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

SP tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekitar Rpb15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *