Bintan, WRC Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan saat ini masih menunggu keterangan ahli dalam mengungkap dugaan penyelidikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Penyelidikan itu dilaksanakan di salah satu proyek pembangunan fisik senilai Rp 2,2 miliar APBD tahun 2018. “Yang jelas sudah delapan orang yang dimintai keterangan, yakni enam orang pegawai Negeri sipil dan dua orang pihak konsultan proyek,” kata Kepala Kejari Bintan Sigit Probowo, Rabu (27/11/2019).

Sigit belum mau berkomentar banyak terkait penyelidikan kasus tersebut. Pihaknya saat ini masih menunggu keterangan Ahli dalam mengungkap perkaranya. “Intinya kita masih menunggu keterngan Ahli kontruksi di Kepri.  Gongnya masih menunggu keterangan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK),” ujarnya.

Seperti yang dikutip Suryakepri.com, beredarnya informasi, penyelidikan dugaan Tipikor itu merupakan pekerjaan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupetan Bintan. “Ini mancing-mancing, jangan gitulah, nanti akan kita sampaikan kalau sudah jelas perkaranya,” kata Sigit.

Sebelumnya, diam-diam sedang melakukan penyelidikan dugaan Tipikor di lingkungan Pemkab Bintan. Penyelidikan ini diduga terkait proyek pembangunan fisik oleh salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bintan. “Masih tahap penyelidikan, jadi saya belum bisa memberikan komentar,” tegas Sigit.

Informasi yang diperoleh, Jaksa telah mengumpulkan bahan dan keterangan dari beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari OPD Pemkab Bintan yang mengetahui proyek tersebut, sejauh ini sudah delapan orang yang diperiksa Jaksa. Proyek fisik senilai Rp 2,2 miliar merupakan TA 2018 yang dikerjakan salah salah OPD Pemkab Bintan. Ia masih merahasiakan proyek mana yang sedang dibidik Jaksanya. “Masih rahasia,” tutup Sigit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *