Sumbar, WRC – Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar) menangkap terpidana kasus korupsi Keuangan Desa Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Solok, Sumatra Barat, Budi Santoso (46) yang menjadi buronan sejak September 2019. “Terpidana ditangkap di Daerah Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/11/2019) sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar, M Fatria, dalam keterangan Pers di Padang, Minggu
(24/11/2019) kemarin.

Ia mengatakan terpidana yang dulu menjabat sebagai Bendahara Desa Tanjung Alai, ditangkap di sebuah rumah tanpa perlawanan. Setelah ditangkap, terpidana diterbangkan ke Padang, Sabtu (23/11/2019) sore, untuk menjalani masa Hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Muaro Padang.

Kasus yang menjerat terpidana itu ialah korupsi Keuangan Desa TA 2015 dan 2016, dengan posisinya selaku Bendahara Desa, ia telah merugikan Negara sebesar Rp 162,1 juta, dasar eksekusi terpidana ialah putusan Mahkamah Agung (MA) No. 1612 K/Pid.Sus/2019 tertanggal 15 Mei 2019. Ia dinyatakan bersalah dan dijatuhkan Hukuman penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 200 juta serta subsider enam bulan kurungan.

Sementara itu, Kepala LP Padang, Arimin, mengatakan, pada tahap awal narapidana itu akan didaftar untuk memvalidasi data, kemudian mengikuti program masa pengenalan di lingkungan LP. “Tujuannya agar program pembinaan selanjutnya berjalan lancar dan narapidana mengetahui hak serta kewajiban,” katanya.

Pada bagian lain, penangkapan terpidana ialah eksekusi kedua yang dilakukan tim kejaksaan terhadap buron kasus korupsi di Sumbar dalam tiga hari terakhir. Dua hari sebelumnya, Kamis (21/11/2019), tim eksekutor kejaksaan juga telah menangkap terpidana kasus korupsi di Padang atas nama HM Helwis yang buron sejak 2018. Terpidana tersebut ditangkap di kawasan Depok, Jawa Barat, tanpa perlawanan dan kini sudah mendekam di LP Padang.

Penangkapan buron korupsi merupakan hasil kerja Tim Tabur Kejaksaan. Sepanjang 2019, tim telah menangkap 154 buron, tim yang dibentuk pada 2018, itu hingga kini telah menangkap 361 pelaku kejahatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *