Semarang, WRC – Pegawai Tata Usaha Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, Ardiyan Nurcahyo, yang melakukan korupsi dana tilang dituntut membayar uang pengganti kerugian Negara sebesar Rp 3,036 miliar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, L Rinanto Haribuwono menegaskan, “apabila terpidana tidak membayar uang pengganti paling lambat 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa untuk dilelang,” ungkapnya.

Seperti yang dikutip jatengtoday.com, “Jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara 2 tahun 10 bulan,” ucap Jaksa Rinanto dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/11/2019).

Terdakwa Ardiyan Nurcahyo melakukan penggelapan uang tilang verstek, dalam kurun waktu antara 2015 – 2018, baru diketahui pada 2018 lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang hasil korupsinya digunakan untuk membeli burung. “Katanya buat beli burung. Dia kan sering ikut lomba – lomba burung,” ujar Asisten Tipidsus Kejati Jateng Ketut Sumedana beberapa waktu lalu.

Terdakwa Ardiyan Nurcahyo, juga dituntut supaya dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun 8 bulan, serta pidana denda sebesar Rp 300 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan. Ia dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kesempatan itu, Jaksa Rinanto sempat salah membacakan berkas tuntutan. Sebelumnya, ia menyebut bahwa terdakwa dituntut pidana penjara 8 tahun 5 bulan, bukan sebaliknya. Namun, setelah selesai sidang, Rinanto mengakui kekhilafannya, “maaf, tadi salah membaca, yang benar pidana 5 tahun 8 bulan,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *