Kendari (Sulteng), WRC – Terpidana kasus korupsi pengadaan mobil dinas tahun 2008, Candra Liwang, akhirnya ditangkap petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari di rumahnya, di Jalan Kancil, Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasi, ia ditangkap Kejari setelah sempat menjadi buronan selama tiga tahun, Senin (18/11/2019) lalu.

Seperti yang dikutip Indopolitika.Com, ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak Kejari Kendari, setelah ‘menghilang’ ia ditetapkan sebagai terpidana korupsi yang disebutkan merugikan Negara sebesar Rp 912 juta. Adapun dana tersebut diperuntukan dalam pengadaan 2 mobil dinas yaitu Pajero dan Landcruiser.

Berdasarkan keterangan Kasi Intel Kejari Kendari, Wilman Renaldi, “tersangka telah lama masuk dalam DPO berdasarkan data yang diserahkan oleh tindak pidana khusus Kejari Kendari. Atas putusan Mahkamah Agung (MA), terpidana dihukum tiga tahun enam bulan penjara pada tahun 2013 lalu. Namun, pelaku lari dari proses hukum, MA juga memutuskan denda Rp 50 juta subsider 5 bulan kurungan penjara dan uang pengganti sebesar Rp 93 juta kepada terpidana,” katanya.

Setelah ditangkap, ia terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, ia dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari. Diketahui sebelumnya, Candra Liwang dan Beby Manuhutu merupakan terpidana dalam kasus korupsi pengadaan mobil dinas untuk Gubernur dan Wakil Gubernur pada zaman pemerintahan Gubernur Nur Alam, Beby saat ini sudah ditahan di Lapas Kendari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *