Pulau Taliabu (Malut), WRC – Kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) sampai saat ini masih mengendap di Polda Malut.

Seperti dikutip terbitan.com, padahal, kasus ini sudah ditangani Polda Malut sejak tahun 2018 dan menjerat satu tersangka yakni Agumaswaty Toib Koten, selaku Kepala Bidang Pembendaharaan dan Kas Daerah Kabupaten Pulau Taliabu dan merugikan keuangan Negara dalam jumlah yang besar.

Kemudian ditambah lagi dengan rincian rekomdasi Camat, pada Kecamatan masing – masing Rp 2 juta, Kepala BPMD Rp 3,5 juta, P3MD Rp 12 juta, Pembendaharaan dan Kas Daerah Rp 11 juta, dan Bank BRI unit Bobong Rp 3,5 juta yang dikalikan 71 desa, dan dana tersebut ditransfer ke rekening  CV. Syafaat Perdana milik Agumaswaty Toib Koten melalui BRI unit Bobong pada 8 juli 2018 lalu.

Namun anehnya, kasus itu sudah satu tahun berlalu, tapi tidak ada progres yang telihat dari kasus tersebut.

Hal ini mendapat tanggapan tegas dari Rajak Idrus selaku Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LMS), Ia meminta kepada Aparat Penegak Hukum Polda Malut agar mengusut tuntas kasus dugaan korupsi DD tersebut serta menjerat para pelakunya ke meja hijau tanpa pandang bulu, Rabu (6/11/2019). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *