Home / Berita / Korupsi Dana Pastori Waai Jadi Prioritas Asintel Kejati

Korupsi Dana Pastori Waai Jadi Prioritas Asintel Kejati

Maluku, WRC – Pihak Kejati Maluku menegaskan, kasus dugaan korupsi pembangu­nan Pastori IV Jemaat GPM Waai, di Ke­camatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2017 senilai Rp 900 juta.

Bahkan kasus yang diduga melibatkan anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai Demokrat Wellem Z. Watimena itu, menjadi salah satu kasus prioritas untuk dituntaskan korps adhyaksa .

“Kasusnya masih jalan bahkan kasus ini menjadi salah satu prioritas Kejati Maluku untuk dituntaskan,” tandas Asintel Ke­jati Maluku, Muhammad Iwa Pribawa, di Kantor Kejati Maluku, Kamis (24/10).

Pribawa mengatakan, pengu­sutan kasus dugaan korupsi dana pembangunan Pastori Waai masih jalan, dan tidak dihen­tikan. Namun, karena pergantian Ke­pala Kejati Maluku, sehingga pro­ses penyelidikan maupun pe­nyi­dikan kasus korupsi, ter­masuk dana Pastori Waai sementara di pending.

“Kan baru pergantian pimpinan kejati. Intinya kasus Pastori Waai tetap jadi prioritas utama untuk dituntaskan,” ujarnya.

Dana bantuan pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai berasal dari hibah Pemprov Maluku tahun 2017 sebesar Rp 900 juta.

Anggaran tersebut dicairkan oleh anggota DPRD Maluku, Wellem Z. Wattimena sebagai bagian dari jatah dana aspirasinya.

Setelah dicairkan, anggota Fraksi Demokrat ini tak memberikan dana tersebut ke panitia pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai. Namun diduga ia menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Setelah diperiksa tim intelijen, Wellem memberikan Rp 600 juta kepada panitia pembangunan Pas­tori. Namun sisa Rp 300 juta, hingga kini belum diberikan.

“Jadi awalnya anggaran untuk peruntukan pemba­ngunan rumah dinas Pastori IV Jemaat GPM Waai Rp 900 juta. Tetapi saat mintai keterangan pada minggu lalu, WW telah me­ng­embalikan dana sebesar Rp 600 juta, se­dangkan sisannya Rp 300 juta be­lum dikembalikan,” ungkap sumber itu.

Wellem Z. Wattimena sudah pernah di­konfirmasi soal korupsi dana pembangunan Pastori IV Jemaat GPM Waai, yang diduga melibat­kannya.  Namun ia enggan berkomentar.

“Kalau masalah ini, saya tidak mau berkomentar, beta no comment,” tandas Wellem, Senin (29/7) sambil mematikan telepon genggamnya. Beberapa kali dihubungi kembali, namun ia eng­gan mengangkat telepon. (SW)

About WRC Admins

Check Also

Ketua Umum WRC PAN-RI Soroti Dugaan Pemalsuan Data CV Keluarga Sejahtera di Kalsel

KALIMANTAN SELATAN – Ketua Umum Watch Relation of Corruption Pengawas Asset Negara Republik Indonesia (WRC …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *