Home / Berita / Lakukan Pembersihan, Erick Tohir Punya Data Oknum Nakal di Perusahaan BUMN

Lakukan Pembersihan, Erick Tohir Punya Data Oknum Nakal di Perusahaan BUMN

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian BUMN masih melakukan pembersihan ke perusahaan pelat merah untuk bisa kembali mencatatkan tren positif. Kementerian BUMN menyebut mulai mengidentifikasi perusahaan lainnya yang bermasalah.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengakui saat ini proses ‘bersih-bersih’ di tubuh Krakatau Steel masih terus berjalan. Saat ini ia mengatakan, proses tersebut sedang dijalankan jajaran direksi baru dari perusahaan.

“Masih progres lah, yang pasti kita lihat teman-teman dari Krakatau Steel juga sedang lakukan pembersihan juga, makanya kemarin sudah (mencatatkan) untung,” katanya, Selasa (5/10/2021).

Lebih Lanjut, Arya menyebutkan saat ini sedang mengidentifikasi dan mendata perusahaan–perusahaan yang menjadi target bersih-bersih Kementerian BUMN setelah yang dilakukan pada Krakatau Steel. Hal itu, kata Arya, sebagai cara menumpas oknum-oknum nakal di dalam tubuh perusahaan BUMN yang merugikan perusahaan bahkan negara.

Ia mengakui ada oknum yang masih berkeliaran di tubuh BUMN. Kendati begitu, Arya belum memberikan informasi perusahaan pelat merah mana saja yang selanjutnya menjadi target bersih-bersih tersebut.

“Cukup besar (merugikan), memang kita marah juga itu, nanti lah disampaikan, ada itu rampok itu. Ada beberapa yang memang kacau (kondisi perusahaanya),” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa jumlah utang Krakatau Steel sebesar USD 2 miliar, salah satunya adalah investasi USD 850 juta kepada proyek glass furnish yang mangkrak.

“Ini tidak bagus, ini akan kita kejar siapapun yang merugikan, ini bukannya kita ingin menyalahkan siapa-siapa, tapi penegakan hukum, bisnis proses yang salah harus diperbaiki,” katanya dalam gelaran Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021)

Dalam proses penyelesaian utang tersebut, Menteri Erick mengatakan bahwa proses restrukturisasinya berjalan dengan baik serta akan diarahkan ke go public. Tujuannya sebagai ada tambahan dana untuk menyisil sisa utang perusahaan. Lagi-lagi, Menteri Erick menyebut bahwa hal itu sebagai bagian dari transformasi di dalam tubuh BUMN.

“Restrukturisasi berjalan dengan baik, kita kan dikejar programnya apa, step 1 ada step 2, nah step 1 kita bikin subholding di KS, agar integrated, dikelola profesional, dan kita kan go public, supaya ada funding baru penyicil utang yang 2 miliar tadi,” tuturnya.

Sumber : liputan6.com

About WRC Admins

Check Also

Ketua Umum WRC PAN-RI Soroti Dugaan Pemalsuan Data CV Keluarga Sejahtera di Kalsel

KALIMANTAN SELATAN – Ketua Umum Watch Relation of Corruption Pengawas Asset Negara Republik Indonesia (WRC …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *