Home / Berita / Kasus Dugaan Suap Rahmat Effendi , KPK Panggil Inspektorat Pemkot Hingga Lurah

Kasus Dugaan Suap Rahmat Effendi , KPK Panggil Inspektorat Pemkot Hingga Lurah

WRC – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Inspektorat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Dian Herdiana dalam kasus suap pengadaan lahan serta jual beli jabatan dengan tersangka Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi.

Dian, yang juga merupakan mantan Camat Rawalumbu, diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan pada Senin (7/2/2022).

“Kami periksa Dian Herdiana dalam kapasitas saksi untuk tersangka RE (Rahmat Effendi),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Senin (7/2/2022).

Selain Dian, penyidik antirasuah turut memanggil saksi lainnya yakni, Lurah Bojong Kecamatan Rawalumbu Nanin; aparatur sipil negara (ASN) pada Dispenda Kota Bekasi Mulyadi alias Lom; dan Karyawan PDAM Kota Bekasi Uci Indrawijaya.

Mereka juga diperiksa untuk perkara yang sama. Meski begitu, Ali belum dapat menyampaikan yang akan ditelisik penyidik antirasuah dalam pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ini. Selain Rahmat Effendi, KPK juga telah menjerat delapan orang lainnya sebagai tersangka.

Sebagai pihak penerima suap ada berjumlah lima orang, mereka yakni Rahmat Effendi (RE); M Bunyamin (MB) selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal PTSP Pemkot Bekasi; Mulyadi (MY) selaku Lurah Kati Sari; Wahyudin (WY) selaku Camat Jati Sampurna; dan Jumhana Lutfi (JL) selaku Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Bekasi.

Sedangkan pihak pemberi suap yakni, Ali Amril selaku Direktur PT Mam Energindo; Lai Bui Min (LBM) alias Anen selaku pihak swasta; Suryadi selaku Direktur PT Kota Bintang Karyati (PT KBR); dan Makhfud Saifudin MS selaku Camat Rawalumbu.

“KPK menetapkan sembilan orang tersangka,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2021).

Dalam operasi tangkap tangan pun tim Satgas KPK menyita uang mencapai Rp5 Miliar.

“Seluruh bukti uang yang diamankan dalam kegiatan tangkap ini sekitar Rp3 miliar rupiah dan buku rekening bank dengan jumlah uang sekitar Rp 2 Miliar,” katanya.

Sumber : Suara.com

About WRC Admins

Check Also

Ketua Umum WRC PAN-RI Soroti Dugaan Pemalsuan Data CV Keluarga Sejahtera di Kalsel

KALIMANTAN SELATAN – Ketua Umum Watch Relation of Corruption Pengawas Asset Negara Republik Indonesia (WRC …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *