Palembang – Kejaksaan memeriksa sembilan orang saksi kasus dugaan korupsi gas bumi di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel yang menjerat mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Dua saksi di antaranya mantan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf dan Ishak Mekki.

“Iya benar, ada sembilan orang saksi yang diperiksa, dua di antaranya mantan Wakil Gubernur Sumsel inisial ES dan IM,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Selain dua mantan Wagub Sumsel, kejaksaan memeriksa mantan Sekda Sumsel hingga pengawas PDPDE. Khaidirman mengatakan Eddy diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan Wagub Sumsel, sementara Ishak dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Badan Pengurus PDPDE.

“Kalau ES diperiksa kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur. Tapi IM diperiksa dengan kapasitasnya sebagai Ketua Badan Pengurus PDPDE kala itu,” ucap Khaidirman.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Mada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung dan tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Gubernur Sumsel yang kini anggota DPR RI, Alex Noerdin, sebagai tersangka dugaan korupsi gas bumi di PDPDE Sumsel pada 2010-2019.

“Penyidik meningkatkan status tersangka AN,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard, Kamis (16/9).

Kasus ini disebut terjadi ketika Alex Noerdin masih menjabat Gubernur Sumsel periode 2008-2013 dan 2013-2018. Selain Alex Noerdin, Kejagung sudah lebih dulu menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Kedua tersanga itu adalah CISS selaku Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008 dan Direktur Utama PDPDE Sumsel, yang telah menandatangani perjanjian kerja sama antara PDPDE Sumsel dan PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN). Tersangka lainnya adalah AYH selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) sejak 2009 merangkap sebagai Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009 dan Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *