HALSEL, BN – Massa Aksi berkumpul dan melakukan orasi di depan Mapolsek Gane Barat pukul 13.05 wit s/d 14.34 wit, Kamis (18/06/2020). Dengan harapan, aspirasi mereka didengar langsung oleh pihak penegak hukum di Mapolsek Gane barat
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Desa Saketa memasuki area dalam polsek dan melakukan orasi disana, salah seorang massa aksi yang memegang megaphone berteriak tangkap dan adili kepala desa.
“kami datang untuk sampaikan hak kami, agar di dengar langsung oleh pihak kepolisian di polsek ini,” ucap salah satu massa aksi.
Sesuai yang tercantum dalam selebaran Tuntutan. Pembangunan Desa Saketa harus dilakukan secara masif, Massa aksi pemuda dan mahasiswa berharap pemerintah cepat tanggap dalam isu sosial. Pasalnya pihak Pemdes sangat lambat merespon terkait Satgas Desa penanganan covid 19 .
Lanjut Tuntutan aksi mereka yaitu
“Selama ini kerjanya perangkat desa apa? apakah hanya lepas ke kades dan kalau kades tidak ada di tempat bagimana?,” tambahnya.
1.) Masa juga meminta agar pampang anggran 2019-2020
2.) serahkan APBDes mulai dari 2017/-2019 ke BPD selaku lembaga pengawas.
3.)saluran bantuan langsung tunai,sesuai janji kades Yang sudah di atur Dalam Undang Undang.
4.)Aktifkan kantor desa dan Tim gugus desa saketa.
5.)buat posko jaga desa saketa mengingat saketa merupapakan sentral pintu masuk kapal laut dan darat.
6.)Memberikan Hak atau Honor kepada Guru paud,kader poayandu,dan imam sarah sesuai juknis.
7.)pembangunan Harus di hentikan mengingat saat ini masih dalam kondisi Covud 19.
8.)Transparansi Dana PenanGGulangan Keadaan Mendesak.
9.)Berikan dana kepemudaan tingkat desa tampa di potong pajak.
10.)Jangan rancang APBDes Sendiri-sendiri ,tapi harus pake musawarah desa.
“10 poin yang di sampaikan massa aksi juga menyampaikn, agar Inspektorat jangan bela Kades yang salah, masa audit kok tidak ada temuan sama skali,” tutur Korlap.
Selama kegiatan aksi berjalan, camat setempat diminta untuk bertemu massa aksi agar bisa menyampaikan sepata duapata kata, akan tetapi Camat lebih memilih duduk diam di dalam ruang Mapolsek. Saat diwawancarai, Camat menjelaskan jika pihak Kecamatan sudah berulang ulang kali menyampaikan, akan tetapi pihak pemerintah desa tidak menghiraukan.
“Saya minta maaf kepala saya sakit dan kurang enak badan, jadi minta maaf tidak bisa keluar bertemu dengan massa aksi,” tegas Camat Gane Barat.
Tak lama kemudian Sekretaris Desa, BPD dan Perangkat Desa didampinngi Anggota Polisi hearing terbuka dengan massa aksi. Kemudia massa masa aksi meminta Sekretaris Desa untuk Memberikan laporan APBDes kepada Massa aksi.
“Nanti saja tunggu Kades datang, dikarenakan Kades yang membawa dokumen APBDes, saya dan rekan-rekan sekdes juga meyakinkan ketika Kades datang, kita akan berikan laporannya,” tutur Sekdes H. Mulis
Di tempat terpisah, Kapolsek Ipda Mardan S.H menjelaskan. Orasi yang di lakukan di halaman Polsek itu sebetulnya bukan tujuan massa aksi. Karena tujuan massa aksi adalah melakukan unjuk rasa di Kantor Desa dan Kantor Camat.
“Pihak desa dan camat tidak menemui massa aksi, kemudian massa aksi kesal sehingga mendatangi Polsek, agar pihak polsek membantu dan menghadirkan Pemerintah Desa dan Kecamatan ke Kantor Polsek dan melakukan hearing,” tegas Kapolsek Ipda Mardan S.H.
Menurut Ipda Mardan, salah satu orator masuk ke dalam ruang penjagaan dan mendesak agar pihak Polsek memangil Pemerintah Desa dan Kecamatan agar cepat hadir ke Polsek, dalam penjagaan saat itu juga salah satu anggota Polsek mengeluarkan orator tersebut dari ruangan penjagaan. (Ms)
WRC Watch Relation of Corruption









































































