Cilacap, WRC Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap memeriksa 16 saksi dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) yang menyeret Kepala Desa (Kades) Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Ita Rosita. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cilacap, Sukesto mengatakan 16 saksi tersebut terdiri dari Masyarakat, Perangkat Desa, saksi ahli dan saksi lainnya. Adapun saksi ahli terdiri dari petugas PUPR dan ahli pidana.

Seperti yang dikutip Gatra.com, “Saksi ahli, perhitungan kerugian Negara dan ahli pidana, jumlah saksi sekitar 16 orang,” kata Sukesto.

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) korupsi DD Jeruklegi Kulon yang kini sudah memasuki tahap penyidikan. Hasil pemeriksaan dan audit BPK dan Inspektorat Cilacap, diperoleh fakta dugaan kerugian Negara total sebanyak Rp 680 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2017, “kita minta kepada Inspektorat Cilacap, untuk perhitungkan kerugian Negara,” ucapnya.

Kerugian Negara ini berasal dari dugaan pengurangan volume enam proyek atau pelaksanaan proyek yang tak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan PPN serta PPH yang tak dibayarkan. Diduga tersangka Ita Rosita memperkaya diri sendiri dari proyek yang bersumber dari DD tersebut.

“Dari pengurangan volume itu, dari hasil audit Inspektorat, hasil dari pengumpulan keterangan-keterangan, hasil dari keterangan yang kita peroleh, dari keterangan berita acara pemeriksaan saksi-saksi semua, hasil perhitungan kerugian Negera itu sekitar Rp 660 juta sekian. Disamping itu ada kekurangan pembayaran PPN dan PPH,” jelasnya.

Sukesto menarget pada Februari mendatang, BAP sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Cilacap. Adapun Tersangka Ita Rosita, sejak 20 Januari 2020 lalu ditahan di Rutan Cilacap. Kejari menahannya lantaran dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

Sukesto mengemukakan, sebelumnya Kejari mendapat laporan dugaan rasuah DD Jeruklegi Kulon dari masyarakat. Usai penyelidikan dan menemukan dugaan kerugian Negara, Kejari berkoordinasi dengan BPK dan Inspektorat untuk mengaudit pengelolaan keuangan Desa Jeruklegi Kulon, dan diperoleh fakta potensi kerugian Negara sebanyak ratusan juta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *