Kampar (Riau), WRC – Penyidik KPK memanggil mantan Anggota DPRD Kampar, Ramadhan, sebagai saksi kasus dugaan suap pembangunan Jembatan Water Front City, Kabupaten Kampar, Riau, Tahun Anggaran (TA) 2015-2016. Selain Ramadhan, penyidik juga memanggil sepuluh saksi lainnya. “Kita panggil sebagai saksi untuk tersangka yang bernama Adnan (ADN) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jembatan Water Front pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, dan I Ketut Suarbawa (IKS) selaku manajer Divisi Operasi I PT. Wijaya Karya,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dihubungi, Jumat (6/12/2019).

Dalam kasus ini, korupsi proyek jembatan itu telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp 39,2 miliar. Setelah melalui proses penyelidikan, KPK menetapkan ADN dan IKS sebagai tersangka. Dugaan korupsi ini berawal saat ADN mengadakan pertemuan di Jakarta dengan IKS serta beberapa pihak Iainnya. Dalam pertemuan itu, ia memerintahkan pemberian informasi tentang desain Jembatan dan Engineer’s Estimate kepada IKS.

Engineer’s Estimate merupakan perhitungan biaya untuk suatu paket pekerjaan konstruksi yang dilakukan oleh konsultan perencana atau orang yang memiliki kemampuan. Pada 19 Agustus 2013, Pemkab Kampar mengumumkan WIKA sebagai pemenang pengerjaan pondasi jembatan. Oktober 2013, ditandatangani kontrak pembangunan fondasi Jembatan senilai Rp 15,1 miliar dengan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.

Setelah kontrak ditandatangani, ia meminta pembuatan Engineer’s Estimate pembangunan Jembatan kepada Konsultan. Sementara IKS meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan. KPK menduga kenaikan harga satuan itu telah disepakati oleh ADN dan IKS, sampai pada akhirnya pembangunan Jembatan itu dibiayai dengan APBD 2015, APBD-P 2015, dan APBD 2016. Dari kerja sama itu, ADN diduga menerima uang sekitar Rp 1 miliar atau 1% dari nilai-nilai kontrak.

Berikut 10 saksi selain Ramadhan yang akan diperiksa, yaitu :

  1. Kasie pembangunan jembatan dan Ketua Pokja II kabupaten Kampar, Fauzi;
  2. Direktur CV Dimiano, Rinaldi Azmi;
  3. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar, Kholidah;
  4. Eks Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Indra Pomi Nasution;
  5. Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Imam Ghozali;
  6. PPK Water Front City Kabupaten Kampar, Adnan;
  7. Eks Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Chairussyah;
  8. Sekretaris Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Kampar, Afrudin Amga;
  9. Direktur CV Althis, Ardianto; dan
  10. Staf bidang jalan dan jembatan Dinas PUPR Kabupaten Kampar, Fahrizal Effendi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *