Klaten, WRC – Tak hanya mengusut kasus dugaan korupsi APBD 2015, kejaksaan Kabupaten Klaten juga mengusut dugaan korupsi di dua desa. Dua mantan Kepala Desa ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Klaten, “salah satu dari dua mantan Kades itu, Ginanjar Damar Pamenang, yang diduga melakukan penyelewengan Dana dari APBDes selama menjabat periode 2013-2019. Setelah melakukan gelar perkara, Penyidik Kejaksaan telah menetapkan dua orang dalam penyalahgunaan Dana APBDes di dua Desa,” jelasnya, Rabu (30/10).

Menurutnya Ginanjar, dua Desa itu yaitu Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari pada periode 2013-2019 dan Desa Gadaren, Kecamatan Jatinom yang sama-sama terkait penggunaan dana dari APBDes. Setelah menetapkan tersangka, Kejaksaan akan segera melakukan langkah lanjutan.

“Di Desa Sidowarno yang menjadi tersangka mantan Kades bernama Sukarno. Ditetapkan tersangka terkait dugaan penyimpangan Pengelolaan Dana Pembangunan Infrastruktur di Desa tersebut. Diantaranya pembangunan Wahana Wisata dan Pembangunan Kantor Pemerintah Desa. Yang bersangkutan disangakan dengan pasal 2 ayat 1 jo ayat 3 UU tentang tindak Pidana Korupsi dalam beberapa kegiatan pembangunan. Sedangkan di Desa Gedaren Sri Waluyo, mantan Kades periode 2013-2019, ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap ikut bertanggungjawab dalam dugaan penyimpangan,” kata Ginanjar

Hal itu disebabkan posisinya sebagai Kepala Desa dalam pembangunan Gapura dan Kolam Air. Tersangka ditetapkan dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 dan pasal 55 ayat 1 KUHP. Untuk Desa Gedaren dalam waktu dekat akan ada lagi yang diminta keterangan. Kejaksaan mengusut kasus itu sebab ada temuan di lapangan dan saat ini sudah memiliki setidaknya dua alat bukti kuat untuk menetapkan tersangka.

Setelah menetapkan tersangka, kejaksaan segera meminta keterangan lanjutan kepada sejumlah saksi mengenai jumlah kerugiannya. Kejaksaan masih menghitung  penyidik di lapangan. (SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *